Jenis dan Indikator Penalaran matematika

 Jenis dan Indikator Penalaran matematika

Secara garis besar penalaran terbagi menjadi dua, yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif. Penalaran deduktif merupakan penarikan kesimpulan dari hal yang umum menuju hal yang khusus berdasarkan fakta-fakta yang ada. Menurut Pesce (dalam Sumarmo, 1987), penalaran deduktif adalah proses penalaran dan pengetahuan prinsip atau pengalaman umum yang menuntun kita memperoleh kesimpulan untuk sesuatu yang khusus. 

Adapun indikator kemampuan penalaran matematis menurut Sumarmo (2006) dalam pembelajaran matematika adalah sebagai berikut: 

1) Menarik kesimpulan logis 

2) Memberikan penjelasan dengan model, fakta, sifat-sifat, dan hubungan 

3) Memperkirakan jawaban dan proses solusi 

4) Menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis situasi matematis 

5) Menyusun dan mengkaji konjektur 

6) Merumuskan lawan Mengikuti aturan inferensi, memeriksa vaiditas argumen 

7) Menyusun argumen yang valid 

8) Menyusun pembuktian langsung, tak langsung, dan menggunakan induksi matematis. 

 Penalaran induktif merupakan suatu proses berpikir dengan mengambil suatu kesimpulan yang bersifat umum atau membuat suatu pernyataan baru dari kasus-kasus yang khusus. Seperti yang dikemukakan oleh Pierce (Dahlan, 2004), penalaran induksi adalah proes penalaran yang menurunkan prinsip atau aturan umum dari pengamatan hal-hal atau contoh-contoh khusus. Sedangkan menurut Copi (Sumarmo, 1987), penalaran induktif merupakan proses penalaran yang kesimpulannya diturunkan dari premis-premisnya dengan suatu probabilitas. Sumarmo (2010) mengemukakan beberapa kegiatan yang tergolong penalaran induktif yaitu sebagai berikut 

a. Transduktif yaitu menarik kesimpulan dari suatu kasus atau sifat khusus yang satu diterapkan pada kasus yang khusus lainnya.

b. Analogi yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan keserupaan data atau proses. 

c. Generalisasi yaitu penarikan kesimpulan umum berdasarkan sejumlah data yang teramati. 

d. Memperkirakan jawaban, solusi atau kecenderungan, interpolasi, dan ekstrapolasi. 

e. Memberi penjelasan terhadap model, fakta, sifat, hubungan, atau pola yang ada. 

f. Menggunakan pola hubungan untuk menganalisis situasi dan menyusun konjektur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penalaran matematika

ABSTRAK MATH